Tentang Perempuan: Makhluk Narsistik Dari Erotisme Yang Mengejar Kemustahilan

Untitled-1

Photo dan tulisan nggak berhubungan. Cuma pengen selipin photonya dia aja.

Cerita tentang seorang gadis muda, labil, angkuh, pemberontak, dan ketidakmampuan menguasai diri, tapi karena cinta ia dapat di jinakkan oleh seorang laki-laki bijak, adalah pola baku literatur-literatur murahan dan film-film murahan: kita, laki-laki maupun perempuan tahu bahwa ini adalah kisah yang klise. Penuh mong kosong.

Dalam realitasnya, yang kutahu adalah wanita sebagai mahluk narsistik dari erotisme, mereka bangga untuk menarik perhatian laki-laki, menimbulkan deifikasi (pengagungan) terhadap dirinya sendiri, tapi kemudian memberontak karena ia merasa terjebak di dalamnya.

Seperti seorang gadis yang kutemui, ia tampak malu-malu di hadapanku, namun juga berusaha menampakkan kekenesan (kegenitannya) dan keangkuhannya. Pandangan mataku yang seksama dari kakinya yang menyila panjang keatas paha hingga rambutnya yang lurus terurai membuatnya merasa tersanjung sekaligus juga menyakitinya secara simultan; ia hanya ingin yang ia tunjukkan saja untuk di lihat: namun ia lupa bahwa mata laki-laki adanya selalu liar.

Karena inkonsistensi seperti inilah yang membuatku atau mungkin sebagian laki-laki bingung dan was-was: ia para wanita memperlihatkan kejenjangan leher, betis, dan pahanya, namun ketika bagian-bagian tubuh tersebut dipelototi, wajahnya merah padam, membuatnya jengkel, lalu menuduh laki-laki tak bermoral.
Selain itu, ia wanita juga menikmati gairah laki-laki, tetapi saat ia sadar bahwa ia telah membangkitkan berahi seorang pria, ia justru menjadi muak.

Aku mengalihkan pandanganku pelan,

Lalu, kami memulai obrolan ringan panjang lebar yang hingga akhirnya aku mendapati kusimpulkanku sendiri tentangnya; saat itu ia beranggapan bahwa cinta sebagai pengalaman subjektif yang abstrak, tanpa ancaman terhadap integritasnya; ia merasakan emosi rindu, harapan, kepedihan, tetapi tanpa keterlibatan nyata; semakin jauh laki-laki yang di pujanya, semakin bagus baginya: seseorang yang menemaninya sehari-hari mungkin lebih baik tidak atraktif—namun figur di luar jangkauannya lebih baik yang tampan dan maskulin.
Yang penting, entah dengan cara ini atau yang lain, unsur realitas harus di pisahkan, dengan demikian ia dapat memperpanjang sikap narsistik dari erotismenya tetap ada, tanpa kehadiran nyata sosok yang lain.

Meski ia tahu bahwa keinginan atas hal yang mustahil inilah yang membuatnya terjerembab dalam jurang kegagalan; kondisi ini dengan begitu jelas menunjukkan sikap yang belum matang, kekanak-kanakan dan suka melawan demi melindungi dirinya. Tidak begitu mengherankan jika banyak gadis muda yang selamanya menjadi tidak mampu memahami cinta nyata dan sempurna. Dan mungkin ada benarnya jika wanita di gambarkan sebagai makhluk yang setengah liar, setengah jinak.

Dan pada akhirnya, sepanjang hidup—mereka mencari keidealan yang mustahil untuk di wujudkan.

Advertisements

0 Responses to “Tentang Perempuan: Makhluk Narsistik Dari Erotisme Yang Mengejar Kemustahilan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

April 2017
M T W T F S S
« Mar   May »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: