Catatan Dari Bawah Tanah (I)

‘Then why have you written all this?’

— Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky

…..

Setiap orang memiliki kenangan yang tidak akan terceritakan kepada setiap orang kecuali kawan-kawannya. Ada juga perihal lain yang bahkan pada kawannya sendiri tidak bisa ia ungkapkan, kecuali pada dirinya sendiri, dan itu pun dengan berbisik pelan—gelisah. Ada lagi hal-hal yang bahkan pada diri sendiri tidak berani ia singkap, dan semua orang pernah mengalami situasi seperti itu, tetap terjaga dalam pikirannya. Semakin mampu ia menghadapinya, semakin besar pula lah hal-hal yang hadir dipikirannya.

Tapi, bagaimanapun, beberapa hari terakhir ini aku telah bertekad untuk kembali mengingat pengalamanku pada masa lalu. Meski kuakui bahwa hingga saat ini aku masih berusaha untuk menghindarinya, karena aku yakin hal tersebut dapat menimbulkan masalah baru lainnya bagiku.

Namun kini, aku tidak lagi sekadar ingin mengingatnya sebagai proyeksi semu dalam pikiran, tetapi telah kuputuskan untuk menuliskan semua pengalaman tersebut, aku ingin meyakinkan diriku apakah aku benar-benar mampu sepenuhnya terbuka pada diri sendiri dan tidak takut menghadapi hadirnya seluruh kenyataan itu.

Mari kita cermati, di antara tanda petik, Heine yang mengatakan bahwa sebuah autobiografi yang benar-benar sejati/murni adalah tidak mungkin dan bahwa manusia bagaimanapun juga akan mengada-ada (berbohong) tentang dirinya sendiri.
Ia menganggap bahwa Rousseau dalam pengakuannya telah berbicara kebohongan, bahkan ia sengaja berbohong oleh karena keangkuhannya (kebanggaan akan dirinya sendiri).
Aku setuju dengan Heine, aku dapat memaklumi bagaimana terkadang seorang yang angkuh memiliki kecenderungan bersifat licik, dan tentu aku juga mungkin memiliki sifat semacam itu. Tapi disini, penilaian Heine tersebut ditujukan terhadap seorang yang menyampaikan pernyataan didepan banyak orang.
Aku menulis perihal ini untuk diriku sendiri, dan aku ingin menyatakan bahwa meskipun aku menulis seolah-olah di tujukan untuk pembaca, itu kulakukan hanya karena bagiku lebih mudah menulis dengan pola seperti itu. Ia hanyalah struktur, konstruksi yang kosong—aku tidak akan pernah punya pembaca.
Hal ini sudah kunyatakan dengan jelas…

Aku tidak ingin terganggu oleh batasan-batasan apapun juga dalam menulis catatan-catatanku. Aku tidak akan memakai sistem atau metode mana pun juga.
Aku akan menuliskan segalanya seperti yang kutahu.

Tapi disini, barangkali, ada yang memerhatikan perkataanku itu dan bertanya, andaikata kau betul-betul tidak mengharapkan pembaca, kenapa kau berusaha meyakinkan dirimu—di atas kertas pula—bahwa, kau tidak akan memakai sistem atau metode mana pun juga dalam menulis, bahwa kau akan menulis sesuai dengan yang kau tahu.
Buat apa kau jelaskan?

Baik, akan kujawab;

Kendatipun, ini mengenai psikologis. Kemungkinan aku hanyalah seorang pengecut. Boleh jadi, aku dengan sengaja mencitrakan seorang pembaca di hadapanku supaya aku merasa bergengsi (merasa di hargai) saat menulis. Mungkin juga aku memiliki ribuan alasan untuk ini.

Sekali lagi, apa sebetulnya tujuanku dari menulis? Sekiranya tidak berguna untuk orang lain, lantas kenapa pengalaman-pengalaman itu tidak kusimpan sendiri saja dalam pikiranku tanpa menuliskannya di atas kertas?

Betul, tapi bagiku, tulisan yang tertuang diatas kertas akan lebih impresif. Sesuatu yang memberi kesan lebih intens (bermakna), karena disitu aku akan lebih mampu mengkritik diriku sendiri dan memperbaiki teknikku. Di samping itu, siapa tahu dengan menulis aku dapat memperoleh sukacita. Hari ini misalnya, aku tertekan oleh sebuah kenangan pada masa lampau. Ia terasa begitu nyata dalam pikiranku, tak henti-hentinya mengganggu layaknya bebunyian menyebalkan yang tak bisa dihentikan. Dan tentu aku akan menyingkirkannya bagaimanapun caranya.

Aku memiliki banyak kenangan sejenis itu, dan dari ribuan kenangan semacam itu, selalu ada saja salah satu dari kenangan tersebut yang bener-benar sulit teratasi hingga membuatku tertekan.
Entah kenapa, aku percaya bahwa jika aku menuliskannya maka aku mungkin akan dapat membantu diriku mengatasi tekanan tersebut.
Lantas, kenapa tidak kucoba saja?

Lagi pula, aku jenuh dan tidak memiliki kegiatan lain yang dapat kulakukan. Jadi, mungkin menulis akan menjadi semacam pekerjaan bagiku. Mereka mengatakan bekerja membuat seorang menjadi santun dan jujur.
Untuk itu, bagaimana pun inilah kesempatan bagiku.

Hari ini hujan turun, sejuk dan berbau darah dewa. Seperti hari kemarin, pun beberapa hari sebelumnya.
Kukira hujan dan aromatiknya inilah yang telah mengingatkanku pada kejadian yang tak dapat kulepaskan tersebut.

Karena itu biarlah kisah ini tentang hujan yang turun.

Advertisements

0 Responses to “Catatan Dari Bawah Tanah (I)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

January 2017
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter

  • ketikung polisi lah, pilot lah, dokter lah. curang, mereka udah keren beraninya saingan sama manusia nirfaedah kek gua giniih... 6 hours ago
  • nasib dikhianatin terus, tuhan. yg khianat rata-rata yg bego-bego pula. itu berhasil bikin sy keliatan lebih bego dr mereka. tuhan. 22 hours ago
  • gut rain, nice kupi, and best song for read some books soundcloud.com/zaqie-ginandja… https://t.co/7MSrAmke9b 1 day ago
  • ujan seharian membawa kata-kata sendu, tapi belum cukup dingin untuk mendekap rindu. sedikit lebih dingin lagi, sedikit lagi... 1 day ago
  • ia abis abisan mnghina film dalam negeri, sementara itu masih bs menikmati filmfilm asia spt thai, jepun, korea, holwut etc etc. kontradiksi 2 days ago
Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,274 hits

%d bloggers like this: