Perempuan dalam Cinta (I)

One is not born, but rather becomes, a woman.

—Simone de Beauvoir, The Second Sex

Kata cinta memiliki arti yang sama sekali berbeda bagi kedua jenis kelamin, dan ini merupakan salah satu penyebab kesalahpahaman serius yang memisahkan mereka. Byron dengan tepat mengatakan: “Cinta dan kehidupan laki-laki adalah sesuatu yang berbeda; sementara bagi perempuan, adalah keseluruhan eksistensi”. Nietzsche mengungkapkan pikiran yang sama dalam tulisannya The Gay Science:

Satu kata cinta sebenarnya menerangkan dua hal yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Apa yang perempuan pahami dari cinta adalah cukup jelas: Cinta tidak hanya kesetiaan, cinta adalah penyerahan total akan tubuh dan jiwa, tanpa pamrih, tanpa mendapat imbalan apapun. Sifat mutlak dari cintanya itulah yang membuatnya menjadi kesetiaan, satu-satunya yang dimiliki perempuan. Sementara bagi laki-laki, jika ia mencintai seorang perempuan, apa yang ia inginkan hanyalah cinta dari perempuan; sebagai konsekuensinya ia jauh dari mendalilkan perasaan yang sama baginya seperti pada perempuan; jika memang ada laki-laki yang juga merasakan hasrat terhadap kepasrahan total, menurut pendapat saya, mereka tidak akan menjadi laki-laki.

Sangat mungkin bagi kaum laki-laki untuk menjadi kekasih-kekasih penuh gairah dalam kurun waktu tertentu di dalam hidup mereka, tetapi tak satu pun dari mereka yang bisa disebut sebagai une grande amoureuse (kekasih yang hebat), dalam pelarian mereka yang paling kasar sekalipun, mereka tidak pernah sepenuhnya memasrahkan diri; bahkan saat mereka berlutut di hadapan kekasihnya, apa yang mereka tetap inginkan adalah memilikinya; di dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, mereka tetap tetap merupkan subjek-subjek utama; perempuan yang dicintai hanyalah salah satu nilai di antara yang lainnya; mereka berharap mengintegrasikannya ke dalam eksistensi mereka dan bukannya menyia-nyiakannya seluruhnya demi perempuan. Sebaliknya bagi perempuan, mencintai berarti menyerahkan segalanya demi kebahagiaan sang tuan. Seperti yang dikatakan Cecile Sauvage: “Perempuan harus melupakan personalitasnya saat jatuh cinta. Ini adalah hukum alam. Tanpa seorang tuan, ia adalah sebuah karangan bunga yang tercecer.”

Knyataannya, ini tak ada hubungannya dengan hukum alam. Perbedaan yang ada pada situasi merekalah yang terefleksikan dalam perbedaan yang ditunjukkan laki-laki dan perempuan pada konsepsi mereka tentang cinta. Individu yang merupakan subjek, yang adalah dirinya sendiri, jika ia memiliki keberanian inklinasi terhadap transdensi, berupaya memperluas genggamannya atas dunia: ia ambisius, dan bertindak. Tetepi, sosok makhluk yang tidak esensial tak mampu meraskan keabsoulutan di jantung subjektivitasnya; sesosok makhluk yang ditakdirkan pada imanensi tidak dapat menemukan realisasi diri saat bertindak. Terpenjara dalam lingkup keluarga, diperuntuhkan bagi laki-laki sejak masih kanak-kanak, dan terbiasa melihat laki-laki sebagai makhluk luar biasa yang tak mungkin ia saingi, seorang perempuan yang tidak menekankan klaimnya pada kemanusiaan akan bermimpi mentransendenkan dirinya pada salah satu makhluk superior ini, menjadikan dirinya satu dengan subjek yang meredeka ini. Tidak ada cara lain baginya selain menyerahkan dirinya, tubuh dan jiwa, kepada laki-laki yang merepresentasikan diri sebagai sosok absolut, yang esensial. Karena ia memang dikondisikan pada ketergantungan, ia akan lebih suka melayani seorang dewa ketimbang patuh pada kepada para tiran—orantua, suami, atau seorang pelindung. Ia memilih melakukan penghambaannya begitu rupa sehingga akan tampak baginya sebagai ekspresi akan kebebasannya; ia akan berusaha bangkit di atas takdirnya sebagai objek yang tidak esensial justru dengan sepenuhnya menerimanya; melalui tubuh, perasaan, dan tingkah lakunya, ia akan memuliakannya sebagai nilai serta realitas tertinggi: ia akan merendahkan diri pada ketidakberartian di hadapan laki-laki. Cinta akhirnya menjadi agama baginya.

Advertisements

0 Responses to “Perempuan dalam Cinta (I)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

December 2016
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: