Akhir Eulogi

bebek2

How the thought of you does things to me
Never before has someone been more
Unforgettable in every way
And forever more, that’s how you’ll stay
That’s why darling it’s incredible
That someone so unforgettable
Thinks that I am unforgettable too

— Nat King Cole

Rintik hujan yang cukup deras merembes masuk melalui kaca jendela mobil yang terpaksa kubiarkan sedikit terbuka untuk memberi sirkulasi udara dari kepulan asap rokok yang kian menebal.

Ada aura yang begitu melankolis dari hujan kali ini.

Jalan yang sebelumnya ramai kendaraan tampak lenggang dengan permukaannya yang sebagian besar mulai dipenuhi genangan-genangan air, menghasilkan gemercik dari suara-suara gemuruh setiap kali roda-roda menerjang genangannya. Lampu redup dari beberapa kendaraan memancarkan cahaya kuning yang remangnya justru menganggu penglihatanku, wiper tidak bekerja sempurna menghalau air sehingga mengaburkan cahaya gemerlap warna-warni dari lampu kota, memberi efek blurry seperti yang sering di dapat dalam lensa seorang fotografer. Kacamata tidak membantu.
Sesekali hembusan angin dingin menyelinap dari lubang-lubang kecil yang tak terlihat, mendingingkan cuaca yang memang telah dingin.

Alunan playalist dari DVD player yang tak pernah berubah dari sejak aku sekolah—membisu dalam lamunan, ada sesuatu yang diam-diam menyeruak, bagaikan aroma anggur yang menguap ke udara. Membangkitkan gairah pesakitan, tenggelaman dalam ingatan tentangnya.
Ini adalah kesekian kalinya aku teringat tentangnya, dan entah terhitung berapa kali aku mencoba untuk menghindari memori dirinya, mengalihkan pandanganku dari wajahnya yang masih jelas nyata dalam ingatan.
Kuakui aku masih belum juga mampu menghapusnya, masih saja menyiksa diriku sendiri.

Tak terhitung lagi berapa kali aku menulis tentangnya, mengulang segala bentuk pesakitan dalam perwujudan yang selalu sama.

Tapi untuk kali ini, biarkan segala keraguan ini melebur bersama coklat panas yang mulai mendingin ini, biar saja stanzamu terus melekat diantara safebelt yang tak lagi pernah terpakai ini.
Karena kusadari, cinta tak selalu bermula dan berakhir sesuai dengan apa yang kita harapkan. Anggap saja segala pesakitan dari mengingatmu ini adalah salah satu bentuk ketulusanku dan pengorbanan yang tak seberapa.

Dan kini, biarkan aku menghapus lenyap ingatanku akan dirimu. Mengubur puing-puing memori yang runtuh menjadi debu kemudian tertiup angin, lalu terhapus oleh guyuran hujan.

Agar aku terlupa, kembali mencinta, dan kembali terluka.

Advertisements

0 Responses to “Akhir Eulogi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

July 2016
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

  • ketikung polisi lah, pilot lah, dokter lah. curang, mereka udah keren beraninya saingan sama manusia nirfaedah kek gua giniih... 6 hours ago
  • nasib dikhianatin terus, tuhan. yg khianat rata-rata yg bego-bego pula. itu berhasil bikin sy keliatan lebih bego dr mereka. tuhan. 22 hours ago
  • gut rain, nice kupi, and best song for read some books soundcloud.com/zaqie-ginandja… https://t.co/7MSrAmke9b 1 day ago
  • ujan seharian membawa kata-kata sendu, tapi belum cukup dingin untuk mendekap rindu. sedikit lebih dingin lagi, sedikit lagi... 1 day ago
  • ia abis abisan mnghina film dalam negeri, sementara itu masih bs menikmati filmfilm asia spt thai, jepun, korea, holwut etc etc. kontradiksi 2 days ago
Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,274 hits

%d bloggers like this: