15.44 Realitas Muram Pendapat Kolektif Tentang Ekologi

…..the Superclass of the haute-couture world, which was already weary of pretending that it had something different to sell every six months.

— Paulo Coelho

Tahun 1960, dunia terperangkap dalam perang berdarah era post-colonial, takut akan terjadi perang nuklir, dan sekalipun kita mengalami masa-masa kejayaan ekonomi, kita semua sangat mendambakan sedikit kebahagiaan. Sama seperti pemahaman Christian Dior bahwa harapa akan masa depan yang berkelimpahan dapat di ekspresikan lewat pakaian dari bermeter-meter kain, para desainer tahun enam puluhan juga mencari kombinasi warna yang dapat membangkitkan semangat orang-orang. Mereka pun menyimpulkan bahwa warna merah dan ungu memiliki efek yang menenangkan sekaligus memberi semangat.

Empat puluh tahun kemudian, pendapat kolektif sudah berubah total: dunia tidak lagi berada dalam ancaman perang, melainkan dalam kondisi kritis akibat masalah-masalah lingkungan. Para desainer pun memilih warna-warna alam: pasir gurun, hutan, laut. Diantara dua periode tersebut, ada berbagai trend lain—psychedelic, futuristik, gaya aristokrat, penuh nostalgia—yang muncul lalu lenyap.

Sebelum koleksi para desainer ternama sepenuhnya terwujud, berbagai studi mengenai trend pasar di gunakan untuk memotret keadaan dunia.
Rupanya sekarang—Terlepas dari perang, bencana kelaparan di Afrika, terorisme, pelanggaran hak asasi manusia, serta sikap arogan beberapa negara maju—dunia sibuk memikirkan cara menyelamatkan planet Bumi yang malang dari berbagai ancaman yang di lakukan manusia.

“Ekologi. Selamatkan bumi. Konyol sekali.”

Namun tidak ada gunanya melawan pendapat kolektif. Warna, aksesori, kain, acara-acara sosial yang di adakan kalangan Superclass, buku-buku yang terbit, musik yang di putar di radio, film dokumenter yang dibuat para mantan politisi, film-film baru, bahan baku sepatu, bio-fuel baru, berbagai petisi yang diserahkan pada anggota dewan, saham-saham yang dijual di bank-bank terbesar dunia, semuanya seakan terfokus pada satu hal: Menyelamatkan Bumi. Banyak dana yang terkumpul dalam semalam; berbagai perusahaan multinasional mendapat liputan besar oleh pers hanya karena tindakan tidak penting yang mereka lakukan; berbagai LSM palsu memasang iklan di berbagai stasiun TV ternama dan mendapat donasi ratusan juta karena semua orang sepertinya terobsesi dengan nasib Bumi.

Setiap kali membaca artikel di koran atau majalah yang ditulis oleh para politisi yang menggunakan isu pemanasan global atau kerusakan lingkungan sebagai landasan kampanye pemilu mereka.

“Kenapa kita sesombong itu?” Planet ini, dari dulu hingga sekarang dan sampai selamanya tetap lebih kuat daripada kita.
Kita tidak bisa menghancurkan Bumi; kalau tindakan kita mulai di luar batas, planet inilah yang akan melenyapkan kita dari permukaanya sementara Bumi sendiri tetap ada.

Mengapa mereka tidak bicara tentang cara pencegahan supaya bumi tidak menghancurkan kita?
Karena “menyelamatkan Bumi” seakan menunjukkan kekuatan, aksi, serta sifat agung. Sementara “mencegah Bumi agar tidak menghancurkan kita” dapat mengarah pada rasa putus asa dan tidak berdaya, pada kesadaran bahwa kemampuan kita sangatlah terbatas.

However, this is what the trends reveal, and fashion must adapt to the desires of the consumers.

Advertisements

0 Responses to “15.44 Realitas Muram Pendapat Kolektif Tentang Ekologi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

June 2016
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Twitter

  • ketikung polisi lah, pilot lah, dokter lah. curang, mereka udah keren beraninya saingan sama manusia nirfaedah kek gua giniih... 6 hours ago
  • nasib dikhianatin terus, tuhan. yg khianat rata-rata yg bego-bego pula. itu berhasil bikin sy keliatan lebih bego dr mereka. tuhan. 22 hours ago
  • gut rain, nice kupi, and best song for read some books soundcloud.com/zaqie-ginandja… https://t.co/7MSrAmke9b 1 day ago
  • ujan seharian membawa kata-kata sendu, tapi belum cukup dingin untuk mendekap rindu. sedikit lebih dingin lagi, sedikit lagi... 1 day ago
  • ia abis abisan mnghina film dalam negeri, sementara itu masih bs menikmati filmfilm asia spt thai, jepun, korea, holwut etc etc. kontradiksi 2 days ago
Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,274 hits

%d bloggers like this: