Tentang Melupa

Untitled-4

Something else is hurting you – that’s why you need pot or whiskey, or whips and rubber suits, or screaming music turned so fucking loud you can’t think
― Charles Bukowski

Yang banyak kutahu adalah ilmu tentang mengingat, bagaimana cara mengingat yang cepat, mengingat dalam hitungan detik dan sebagainya.
Tidak pernah kutemui dimanapaun institusi pendidikan yang mengajarkan materi tentang melupa, apalagi perguruan tinggi yang wabil-khusus mempelajari seni amnesia. Tidak pula satu disiplin ilmupun yang mengajarkan bagaimana caranya untuk benar-benar melupa.
Mungkin beberapa minuman dan beberapa obat-obatan dapat melakukannya dalam sekejap, namun sampai kapan? Ketika kesadaran mengambil alih, justru ia akan menggerogoti setiap inci dari kebahagiaan dan menyiksaku hingga terkulai lemas.

Yang kusadari adalah kenangan tidak akan pernah benar-benar lenyap dalam memori terlebih sebuah ingatan yang memiliki kadar kemelekatan yang sangat intens.

Seperti beberapa saat yang lalu, saat aku berusaha melupa, justru puing-puing memori yang telah begitu lama berserakan merangkaikan dirinya dalam bentuk paling sempurna, gambaran yang semakin nyata dari sebelum-sebelumnya. Membuatku kembali terluka.

Aku adalah contoh dari manusia buruk yang tidak pernah belajar dari pengalaman-pengalaman yang kujalani sebelumnya, dan masih saja mencoba melakukan hal yang sama berulang kali, bahkan saat aku telah menyadari kenyataan bahwa tidak ada celah untuk benar-benar menghapus bayangnya dari hidpuku. Aku selalu saja membiarkan diriku larut dalam ingatan-ingatan yang akhirnya selalu sama; terjerembab pada jurang pesakitan.

Tapi dilain sisi, bagiku kenangan bukan hanya soalan melupa, karena bagaimanapun, kenangan yang tercipta adalah hasil dari rangkaian peristiwa yang dulu mati-matian kuperjuangankan terlepas dari baik-buruknya untuk diriku sendiri.

Oleh karena itu, aku berpikir bahwa menjaga kenangan tentang mereka adalah satu-satunya bentuk apresiasai yang dapat kuberi setelah mereka yang pernah hinggap dikehidupanku tidak lagi tersentuh, karena aku sudah tidak lagi dapat menulis cerita baru mengenai mereka dalam ruang ingat.

Biarlah perasaanku yang tak berarti apa-apa ini terus mengingat sebagian dari mereka yang pernah mengisi hari-hariku, sebagai  bentuk balasan untuk kebaikan dan jasa mereka dulu.

 

Biarkan aku mengingat, untuk kembali terluka.

Advertisements

0 Responses to “Tentang Melupa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

May 2016
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: