Tentang mempercayai

 

King Benny: Life is a risk.
Danny Snyder: I’m sorry?
King Benny: Life is risk.
Danny Snyder: Life is a risk.
King Benny: Um-huh.
Danny Snyder: A-huh.I haven’t been in here before. What do you need me to do?

— Sleepers

Ia berkata tidak bisa lagi mempercayai siapapun, bahkan keluarga dan kawan terdekatnya sekalipun.

Aku sedikit memahami tentang kekecewaannya, terlebih setelah mendengar bagimana pengorbanan yang ia lakukan dalam menjalin hubungan tersebut. Aku tidak jarang mendapati hal serupa. Dan aku juga tidak akan melarangnya untuk membenci mereka yang telah mengkhianatinya. Aku tidak akan menyalahkannya sama sekali.
Namun saat ia mulai menggeneralisasi semua orang sama saja, dalam hal ini adalah pembohong. Bahkan kawan dan keluarganya sendiri tidak lagi dapat ia percaya, tanpa kusadari reseptor otakku mulai membenci pernytaanya. Manusia macam apa yang tidak lagi mampu menyisakan sedikit ruang kepercayaan untuk orang terdekatnya sekalipun?
Apakah ia berpikir mampu bertahan hidup dengan keyakinan bahwa satu-satunya yang bisa ia percaya hanyalah dirinya sendiri? Menggelikan.

Mungkin juga aku begitu menentang pernyataannya karena aku mengenal dirinya sebagai seorang yang memiliki idealisme (aku benci menulis kata ini) dengan rasa optimisme (aku juga benci ini) yang tinggi, setidaknya begitulah yang aku dengar, yang keluar dari kerongkongannya beberapa waktu yang lalu.
Untuk kedua kalinya ia semakin menegaskan pernyataan sebelumnya dan sekarang ia semakin menggebu tentang prihal ia tidak lagi percaya sesiapapun hingga keluarga dan kawan terdekatnya sekalipun. Aku khawatir otaknya tidak sedang bekerja dengan baik atau mungkin memang tidak pernah bekerja sama sekali.
Bahkan aku yang dikenal sebagai seseorang pesimis dan skeptis yang membenci kehidupan modern ini sekalipun tidak pernah terpikirkan untuk benar-benar mampu menghilangkan rasa percayaku pada beberapa orang yang dengan tulus aku hormati. Mereka adalah kawan dan keluarga; seorang yang selalu ada dan mengerti resiprokal tanpa pernah kuminta.

Tidak lagi percaya pada sesiapapun adalah resolusi tahun baruku, ujarnya lantang. Kemudian ia lanjutkan dengan argumentasi yang di telingaku lebih terdengar persis seperti curahan hati remaja belasan yang merengek ditinggalkan wanitanya dengan alasan ia menemukan pria yang jauh lebih sempurna daripada pria menyedihkan, seperti dirinya.
Namun aku lega, mendengar omong-kosongnya membuatku berpikir jika ternyata menjadi pecundang yang tidak lagi memiliki resolusi seperti diriku ini adalah pilihan yang bijak. Setidaknya jika ia menjadi tolak ukurku.

Dan jika manusia seperti dirinya saja berani beresolusi, mungkin aku juga harus memberanikan diri.
Mungkin resolusi yang paling tepat bagi diriku adalah tidak lagi bertemu dengan bajingan-bajingan seperti dirinya serta omong-kosongnya yang memuakkan tersebut. Aku harap ia segera enyah sesegera mungkin dan musnah bersama resolusinya untuk aku dapat terus menikmati kepecundanganku dalam kedamaian. Atau mungkin ia hanya sedang ingin menunjukkan bahwa ia telah mempelajari banyak hal dari ditahun kemarin.

Tapi sudahlah, aku tidak perduli apapaun tentang dirinya. Dasar bajingan menyedihkan.

Advertisements

0 Responses to “Tentang mempercayai”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

January 2016
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

  • ketikung polisi lah, pilot lah, dokter lah. curang, mereka udah keren beraninya saingan sama manusia nirfaedah kek gua giniih... 6 hours ago
  • nasib dikhianatin terus, tuhan. yg khianat rata-rata yg bego-bego pula. itu berhasil bikin sy keliatan lebih bego dr mereka. tuhan. 22 hours ago
  • gut rain, nice kupi, and best song for read some books soundcloud.com/zaqie-ginandja… https://t.co/7MSrAmke9b 1 day ago
  • ujan seharian membawa kata-kata sendu, tapi belum cukup dingin untuk mendekap rindu. sedikit lebih dingin lagi, sedikit lagi... 1 day ago
  • ia abis abisan mnghina film dalam negeri, sementara itu masih bs menikmati filmfilm asia spt thai, jepun, korea, holwut etc etc. kontradiksi 2 days ago
Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,274 hits

%d bloggers like this: