Persetan

“No. No, fuck you, Montgomery Brogan. You had it all, and you threw it away, you dumb fuck!” — Monty Brogan, The 25th hour.

Persetan dengan diriku?
Persetan dengan kalian! kota ini dan semua didalamnya. Persetan pengemis yang memelas meminta uang, lalu tertawa dibelakangku (Monty Brogan, The 25th hour).
Persetan orang-orang daerah yang tinggal dalam rumah kecil dengan Puluhan anggota keluarganya, pemandangan paling buruk dikota ini. Jangan ingatkan aku tentang para pejabat kota ini, orang-orang daerah ini menjadi terlihat lebih baik jika dibandingkan mereka.
Persetan orang daerah dengan kalung-kalung dan tatto-tatto disekujur tubuh mereka sambil mengayunkan senjata berharap menjadi Don Corleone.
Persetan polisi korup dengan kelamin dan pistolnya yang hanya bisa berdiri diam dibelakang tembok. Kalian menghianati kami! Dan persetan ahli agama, rumah peribadahan yang membawa kita semua kesesatan.

Persetan para melayu pemilik toko dengan buah-buahan yang busuk dan makanannya yang mematikan, sudah ratusan tahun dinegeri dan tetap menjadi budak para imigran.
Persetan orang-orang eropa dan amerika dipulau-pulau negeri ini, penjahat sok mafia duduk dibar milik mereka sendiri, minum teh dari gelas kecil, dengan gula batu tersangkut digigi mereka, tipu-menipu dalam transaksinya, pulang saja kenegara kalian masing-masing.
Persetan ustad gadungan dengan topi hitam muncul di Televisi dengan kain dibahu dan jenggot panjangnya, menjual dogma agama demi anak dan istrinya.
Persetan para pengusaha dengan gaya soknya ingin menjadi seperti Michael Douglas, selalu mencari cara untuk merampok orang yang bekerja keras. Kirim semua para penjahat ini kepenjara. Kau kira para pejabat tidak tahu? yang benar saja!
Persetan para istri orang kaya dengan syal Hermes dan saus Balducci $50-nya! Wajah keriput yang selalu dioperasi, ditarik untuk terlihat muda. Tidak ada yang tertipu, sayang.

Persetan manusia seusiaku yang selalu bermimpi tentang masa depan hanya untuk menutupi ketakutannya terhadap kehidupan.
Persetan orang kaya dan miskin yang selalu berkumpul ditempat keramaian yang kemudian menjadikan semuanya menyesakkan dengan obrolan-obrolan hambar mereka.
Persetan dengan kawan bicaraku yang selalu mengeluh.
Persetan dengan yang memanggilku teman namun menghakimiku dan mencari kesalahanku.
Persetan dengan mantanku, aku mempercayainya dan ia mengkhianatiku, meninggalkanku. Dasar Jalang!
Persetan negara ini dan semua yang didalamnya, aku harap gempa mengguncang mereka dan menyulut letusan merapi membakarnya menjadi abu, lalu datangkan Tsunami dan tenggelamkan negara biadab ini.

Tidak, tidak! Persetan dengan diriku sendiri yang membenci kehidupan. Dasar bodoh!

Advertisements

0 Responses to “Persetan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

June 2015
M T W T F S S
« May   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Twitter

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: