Nona Realistis

Hey wanita yang dulu pernah mengisi relung hati ini, Sesibuk apa dirimu hingga tidak sempat berpesan? Aku hanya ingin tahu bagaimana kabarmu? Sehatkah engkau? Mata indahmu itu? Masihkan kau simpan bibir manis tipis kemerahan itu? Masih merah merekahkah pipimu? Bagaimana dengan rambut hitam nan lurus itu? Jemari yang sering membelai lembut wajahku itu masih menggoda? Warna ungu masih kau sukai? Film-film misteri masih kau gemari? lalu sifat periang tanpa ekspresi itu masih melekat diwajahmu? Dan masihkah engkau dengan pemikiran-pemikiranmu yang dulu wahai Nona Realistis?

Ah, aku menduga engkau telah banyak berubah, terlebih dengan keadaanmu yang sekarang menjadi istri dari suamimu dan ibu dari anak-anakmu. Aku tidak sedang menggodamu untuk kembali, aku juga sedang tidak berencana mengahancurkan hubunganmu atau siapapun. Tidak mungkin kulakukan semua itu, tentu engkau sudah tahu, karena dirimulah yang mengajariku tentang sebuah realitas dan bagaimana menghadapi kehidupan yang terus bergerak. Masihkah kau ingat apa yang kau ajari? Ah, lupakan saja.

Hey Nona Realistis, aku sedang rindu dirimu, tidak sedang merindu karena mencoba menggodamu tapi aku rindu bagaimana kita pernah berbicara sepanjang hari tanpa henti, ketika kita berbicara layaknya kawan, berbicara tentang konsep-konsep kehidupan dan tentang semua hal setiap harinya.
Aku rindu waktu-waktu itu, namun sekarang kita seolah-olah tidak mengenal satu dengan yang lainnya, tahukah kamu itu menyakitkan? Aku terluka ketika kita harus berpisah (tentu kau sadar), semua terasa begitu cepat.
Hey Nona Realistis bolehkah aku berharap? Aku tahu kau tidak suka sebuah harapan yang keluar ke permukaan, tentu kau juga tahu aku benci pengharapan. Namun seperti yang kita sama-sama setujui selalu ada posibilitas dalam imposibilitas bukan?, tentu engkau juga paham. Mungkinkah dalam posibilitas ini kita akan dipertemukan kembali? Mungkinkah Posibilitas-posibilitas ini memihak kepada kita?
Ah iya, aku juga ingin kau tahu, sekarang aku mulai memiliki keyakinan tentang agana, aku harap kamu setuju dan tidak kecewa.

Titip salam untuk buah hatimu, dan tentu untuk dirimu aku rindu

Advertisements

0 Responses to “Nona Realistis”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

April 2015
M T W T F S S
« Feb   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Twitter

  • ketikung polisi lah, pilot lah, dokter lah. curang, mereka udah keren beraninya saingan sama manusia nirfaedah kek gua giniih... 6 hours ago
  • nasib dikhianatin terus, tuhan. yg khianat rata-rata yg bego-bego pula. itu berhasil bikin sy keliatan lebih bego dr mereka. tuhan. 22 hours ago
  • gut rain, nice kupi, and best song for read some books soundcloud.com/zaqie-ginandja… https://t.co/7MSrAmke9b 1 day ago
  • ujan seharian membawa kata-kata sendu, tapi belum cukup dingin untuk mendekap rindu. sedikit lebih dingin lagi, sedikit lagi... 1 day ago
  • ia abis abisan mnghina film dalam negeri, sementara itu masih bs menikmati filmfilm asia spt thai, jepun, korea, holwut etc etc. kontradiksi 2 days ago
Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,274 hits

%d bloggers like this: