Hujan dan Keheningan

Hujan turun sore tadi menutupi senja, namun aku tidak membencinya karena aku juga bisa menikmati sore dengan rintik hujan. Bagiku Hujan juga berarti aku tidak harus melihat orang berlalu lalang seperti biasanya dan aku rasa hujan juga menambah kenikmatan dari setiap tarikan rokok yang kuhisap dan buih-buih dari kopi yang di aku seruput. Entahlah aku hanya menikmati hujan.

Sekarang sekitar pukul 01.00 rintik-rintik hujan masih menerpa tanah dengan lembut, belum ada tanda gerimis ini akan segera berhenti, dalam angan aku berharap gerimis ini abadi terjadi setiap hari. Namun jika memang harus berhenti juga tidak ada masalah denganku karena aku memang tidak mempunyai kuasa atau pilihan untuk hal semacam ini ataupun hal lainnya.
Aku duduk persis menghadap pintu dimana aku bisa dengan leluasa melihat rintik hujan membasahi halaman. Ketenangan, aroma hujan dan cahaya redup malam ini membuatku enggan melakukan hal lainnya.

Aku melihat jarum jam yang terus bergerak namun selalu menemui dirinya kembali ke posisi semula, bergerak lagi dan kembali lagi ke posisi semula. Pengulangan yang membosankan tetapi aku tidak dapat memalingkan perhatian dari jam tersebut karena aku hanya mempunyai dua pilihan, melihat jarum jam atau melihat rintik hujan yang tak kunjung reda.
Disaat seperti ini, saat-saat dimana aku sudah tidak mampu lagi melimitas arah khayalku, aku benci namun aku juga menikmatinya.

Aku ingat seseorang pernah berkata bahwa ia tidak tahan jika kesehariannya dilalui seorang diri, maksudku ia tidak bisa hidup tanpa interaksi dengan manusia barang satu kalipun, menhabiskan waktu seorang diri dan kemudian ia melanjutkan perkataannya dengan pertanyaan kenapa aku bisa menjalani hari selama bertahun-tahun dengan sedikitnya interaksi dengan manusia lainnya. Aku hanya tertawa, karena dengan tertawa aku tidak harus memberikan jawaban panjang lebar yang aku yakin ia tidak akan paham juga.

Aku bisa saja memberi puluhan jawaban, namun kurasa jawaban apapun tidak akan membuat mereka senang, terlebih mereka yang memang terlahir untuk menikmati kerumunan yang sia-sia. Mereka yang tidak pernah bisa menikmati kesendirian dan keheningan menurutku ada yang salah dalam dirinya, dimana keheningan dan kesendirian juga berarti kebebasan, setidaknya dalam keheningan kau bisa menjadi dirimu sendiri, benar-benar murni tanpa dipengaruhi manusia lainnya.

Aku melanjutkan keheningan malam ini dengan memperhatikan setiap detail dari kamar ini dan kembali memperhatikan jarum jam yang tidak pernah berhenti bergerak bahkan walaupun ia telah lelah dan bosan.

Advertisements

0 Responses to “Hujan dan Keheningan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

February 2015
M T W T F S S
« Dec   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: