Kebencian: Kerumunan

Suara kendaraan, gemuruh langit dari kembang api kian mengacaukan pikiranku, aku benar-benar tidak lagi bisa menikmati euforia semacam ini, aku pernah dan mungkin sering mencoba untuk menikmati setiap detik diantara kerumunan manusia yang larut dalam eufori seperti ini, seperti tahun baru ini. Namun semua terasa sia-sia, justru kebencianku terhadap manusia, terhadap mereka semua semakin dalam, semakin tidak mampu lagi aku limitasi. Sekarang, diantara kerumunan manusia menjijikkan ini aku menulis catatan absurdku ini karena satu-satunya hal yang kurasa mampu membuat diriku nyaman sekarang adalah hanya dengan menulis yang aku sendiri tidak sadar betul arah tulisanku ini.

Disudut kota jakarta, di sebuah ruko kosong yang redup ini, aku mulai menulis dengan ditemani sebarang rokok, duduk persis menghadap kerumunan manusia yang terlihat seperti robot dengan sensor keramaian. Cuaca terasa sejuk setelah hujan sore tadi cukup lama hingga mampu membasahi seluruh permukaan, dan sebenarnya aku merasakan dingin yang berlebih karena aku duduk bersila tanpa alas. Kepulan asap rokok yang terlihat semakin tebal ini menyamarkan pandanganku pada kerumunan didepanku dan aku tidak begitu meemperdulikannya.

Ah sialan! Suara bising dari kendaraan dan kembang api ini sudah benar-benar membuatku muak untuk malam ini. Hanya untuk malam ini, aku ingin menjadi pembunuh yang baik, aku ingin membunuh semua yang ada dikerumunan tersebut, setidaknya hal itu dapat sedikit memuaskan hasrat kebencian terhadap kebisingan yang mereka buat.
Atau jika aku tidak mungkin menjadi pembunuh, aku harap mereke membunuh diri mereka sendiri dengan meledakkan petasan tersebut tepat di kepala mereka sendiri. Hingga mereka tidak lagi tersisa bahkan resolusi mereka.
Perlu ku tegaskan, aku tidak membenci mereka secara personal, tapi membenci kotak yang mereka tempati. Kotak yang memuakkan

Advertisements

0 Responses to “Kebencian: Kerumunan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

December 2014
M T W T F S S
« Sep   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter

  • ketikung polisi lah, pilot lah, dokter lah. curang, mereka udah keren beraninya saingan sama manusia nirfaedah kek gua giniih... 6 hours ago
  • nasib dikhianatin terus, tuhan. yg khianat rata-rata yg bego-bego pula. itu berhasil bikin sy keliatan lebih bego dr mereka. tuhan. 22 hours ago
  • gut rain, nice kupi, and best song for read some books soundcloud.com/zaqie-ginandja… https://t.co/7MSrAmke9b 1 day ago
  • ujan seharian membawa kata-kata sendu, tapi belum cukup dingin untuk mendekap rindu. sedikit lebih dingin lagi, sedikit lagi... 1 day ago
  • ia abis abisan mnghina film dalam negeri, sementara itu masih bs menikmati filmfilm asia spt thai, jepun, korea, holwut etc etc. kontradiksi 2 days ago
Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,274 hits

%d bloggers like this: