Keabadian

“i was born to hustle roses down the avenue of the dead.”
— Charles Bukowski

Apa yang hendak aku lakukan ketika aku di tinggal pergi? maksudku untuk selamanya, tidak lagi memiliki kesempatan tuk kembali, bahkan hanya untuk menyatakan permohonan maaf, hanya kata maaf.
——————————
Ketika orang memilih untuk melupa, maka aku lebih memilih selalu mengingat, menurutku kenangan darinya tidak layak untuk aku kubur bersamaan dengan tubuhnya begitu saja. Biarlah aku terluka ketika memori tentangnya muncul dalam ingatan, sakiti aku jika itu syarat yang dibutuhkan untuk selalu menjaga dirinya dalam memoriku.
Aku tidak butuh belas kasih dalam tangisku, biarkan aku menjerit dalam kebisuan, menggambarkan jiwaku dalam kehampaan. Jangan pandang iba pada air mataku, sungguh tetesan air ini tidak berharap apa pun dari siapa pun. Aku hanya merindukan dirinya yang kini telah menyatu dengan tanah yang diatasnya bertuliskan namanya.
——————————
Suatu saat jika aku kembali terluka, aku yakinkan luka ini dari mengingatmu.
Kepergianmu abadi menyisakan pula kenangan abadi.

Advertisements

3 Responses to “Keabadian”


  1. 3 Ocxy Olivia 30/04/2014 at 1:42 am

    eeeeeew 😀

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

March 2014
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Twitter

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: