Jendela

Sudut kota jakarta selatan, dari sudut bangunan terlihat pemandangan yang baru. Bukan hal isitimewa maupun memuaskan estetika. Pemandangan yang menyedihkan menurutku. Yang terlihat hanyalah atap berantakan dan cenderung kumuh dari rumah-rumah penduduk. Sementara di disana, di sebelahnya apartemen kelas atas berdiri melatar. Suatu kontras yang dengan jujur menampakkan majemuk wajah kota dan telah menjadikannya khas ibu kota.

Kota, tempat hidup dan menjalankan kehidupan, memang kadang dirasakan sebagai tubuh besar yang asing. Kita menjadi bagian dari struktur besar, tetapi tidak mampu bersinggungan dan mengenali banyak bagian yang lain. Kesempatan menanggapi hal-hal yang aktual justru sangat terbatas dan tidak cukup bisa berkutik. Kehidupan modern, menjelmakan manusia kedalam kotak-kotak isolasinya; profesi, status, pengakuan dan berbagai atribut yang lain. Keseharian mendadak hanyalah suatu kenyataan yang begitu praktis. Kita bekerja, mendapat tugas, menyelesaikan tugas, mencari kerja lagi, meraih cukup pengakuan, untuk kemudian mendapatkan tugas lagi, dan lalu apalagi?

Ada saat terbang jauh mengawang menebar mimpi indah, ada kalanya menjejakkan kaki di tanah menyelami kenyataan.

Advertisements

0 Responses to “Jendela”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

June 2013
M T W T F S S
« May   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Twitter

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: