Klandestin kebahagiaan

Image

Ia bilang aku terlalu ceroboh tentang pilihanku untuk menjadi pesimis, ia katakan pula jika aku masih terlalu muda ketika memumutuskan membuang mimpi-mimpiku.
Aku berterimakasih atas segala perhatian yang coba ia berikan, aku juga menghargai semua nasihatnya, sungguh aku tulus.
Jujur saja, aku kecewa pada diriku sendiri saat harus mengabaikan semua perkataan kawanku.

Namun sepertinya aku masih sangat menikmati kehidupanku yang tanpa mimpi dan harapan ini.

Advertisements

0 Responses to “Klandestin kebahagiaan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




ME

Bankbenk

Bankbenk

Know nothing

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Archives

May 2013
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter

Follow KNOW NOTHING on WordPress.com

Blog Stats

  • 3,060 hits

%d bloggers like this: